Tasikmalaya, Fokus9.com_ Untuk memastikan peningkatan Kesehatan dan spirit menurunkan angka stunting, UPTD Puskesmas Panglayungan menginisiasi Gerakan masyarakat dalam kemandirian pangan.
Gerakan ini untuk membangun kesadaran masyarakat akan manfaat makanan dari alam yang kaya gizi di lingkungan sekitarnya

“Manfaatkan lahan sempit dan atau gersang dengan metode pertanian, baik hidroponik atau melalui media polybag. Tanaman berupa sayuran yang memenuhi standar Kesehatan bagi masyarakat termasuk ibu hamil.” kata Kepala Puskesmas Panglayungan drg. Elida Darma pada Inovasi Kembang Ranting, Jumat (25/4/2025)
Ia menyebut, persoalan stunting masih merupakan isu nasional dan menjadi perhatian mulai dari daerah hingga pusat. Di Kota Tasikmalaya angka stuntingnya masih tinggi yakni diatas 20 persen, jauh dari target nasional di angka 11 persen. Untuk itu, sebagai garda terdepan, Puskesmas terus melakukan inovasi
“Mulai Pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita yang memiliki masalah gizi. Lebih komplek lagi bila anak itu lahir dari Ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK)/Anemis. Pada Posyandu dengan sasaran ibu hamil dan balita, kami menginventarisirnya.” Ungkap drg Elida Darma
Pihaknya ingin masyarakat mandiri dan muncul kesadaran untuk memenuhi pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. “Kebun Gizi ini sebagai lahan praktek dalam menghasilkan makanan sayuran yang memenuhi standar gizi dan baik bagi kesehatan.” Tambah penyuluh pertanian BPP Cipedes Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya, Yusep Yustiana.

Kolaborasi Membangun Kesadaran Masyarakat
Sementara, anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Andi Warsandi mengapresiasi kolaborasi puskesmas dan RW siaga dalam upaya menurunkan angka stunting. Hal ini menurutnya dapat menjadi model kolaborasi di wilayah Kota Tasikmalaya lainnya untuk memastikan meningkatnya tingkat Kesehatan masyarakat.
“Ini merupakan spirit untuk menurunkan angka stunting selain mewujudkan kemandirian pangan di lingkungan sekitarnya.” jelas Andi Warsandi
Ia menyebutkan jika pada masa orde baru mengenal apotek hidup. Dengan manfaat yang sama, saat ini ada Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Mudah-mudahan hal ini menjadi kesadaran kolektif bagi seluruh warga masyarakat khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting.
Menurutnya, persoalan stunting ini harus mendapat perhatian serius dan bukan hanya manjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi memunculkan kesadaran bersama dari masyarakat akan pentingnya menjaga dan memastikan ibu hamil mendapat asupan gizi yang sehat sehingga anak yang lahir dalam keadaan sehat pula @ad












