Tasikmalaya, Fokus9.com_Sebagai kota pertumbuhan ekonomi di wilayah priangan timur, Kota Tasikmalaya belum memaksimalkan potensi dasar yang sudah ada. Sehingga Kota Tasikmalaya belum pernah menjadi Kota Tujuan.
Tasikmalaya kaya akan potensi olahraga, pemuda, budaya dan pariwisata serta masyarakatnya yang kreatif. Apalagi, Kota Tasikmalaya sudah di setting oleh pemerintah pusat beberapa tahun lalu bahkan ada Perdanya sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Priangan Timur (PKWP).

Makanya di Kota Tasikmalaya ada Bank Indonesia (BI), Imigrasi, Bea Cukai dan lainnya. “Bukti nyata atau indikator bahwa Tasik adalah milik priangan timur.” kata Plh Walikota Tasikmalaya Diky Chandra disela acara Dahsyatnya Weekend RCTI di halaman Balekota, Sabtu (22/2/2025)
Di sisi lain, masyarakat Tasikmalaya harus menyadari hal tersebut. Makanya, Kota Tasikmalaya memiliki payung bahkan menjadi ikon Kota Tasikmalaya. “Selain berkaitan dengan Papayung Agung juga dapat memayungi segala sektor positif yang ada di Priangan Timur,” tuturnya
Sebagi Pusat Kegiatan Wilayah Priangan Timur (PKWP) dengan banyak memiliki potensi dasar, terang Diky kreativitas harus terus digali termasuk Event
Menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai Kota Event menciptakan perputaran ekonomi melalui banyaknya kunjungan orang dari berbagai daerah. Hal tersebut mengakibatkan hotel penuh, UMKM mendapat tempat, mengenalkan industri kreatif warga dan dampak positif lainnya.
Tidak hanya itu, menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai kota batik, kota bordir, kota mendong dan kotanya kota kreatif. “Bukan hanya milik orang Tasik saja, tapi menjadi milik masyarakat Priangan Timur. Karena Tasik sudah menjadi PKWP harus menjadi milik bersama,” ungkap Diky @ad












