Tasikmalaya, Fokus9.com_Penyandang disabilitas, memiliki hak dan peluang yang sama untuk berkarya dan berkontribusi.
Hal ini perlu dukungan luas, bukan hanya di lingkungan terbatas, melainkan di seluruh aspek kehidupan.

“Diakui dalam segala keberagaman dan kelebihannya, serta mendorong masyarakat untuk memperlakukan mereka dengan hormat dan inklusif,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya Rina Marlina, S.Sos, M.Si pada Talkshow Layanan Pemenuhan Anak Disabilitas di Aula Kelurahan Mangkubumi, selasa (9/7/2024).
Menurutnya, membentuk persepsi sosial yang lebih positif terhadap penyandang disabilitas, dapat mempengaruhi pembuat kebijakan untuk menerapkan kebijakan yang lebih efektif dan inklusif, serta memenuhi kebutuhan panyandang disabilitas.
“Memberikan ruang dan hak yang setara bagi penyandang disabilitas termasuk layanan pendidikan inklusif, sehingga mereka dapat berkarya dan mendapatkan hak sebagaimana layaknya individu dalam kondisi normal,” tutur Rina.

Dia menyebutkan, Sida Rohmatulloh (16 tahun) berhasil melahirkan karya 3 (tiga) buku cerpen dengan penulisan menggunakan kedua kakinya, karena kedua tangannya tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Penyandang disabilitas, jelas Rina mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama.
Mereka sering menerima penolakan sosial dan stigmatisasi, yang menghambat kemampuan mereka untuk berinteraksi sosial.
Selain itu, masalah sistemik yang perlu diatasi seperti aksesibilitas, diskriminasi dan kurangnya dukungan sosial.
Untuk itu, pihaknya mendorong kebijakan dan inklusi sosial yang lebih luas bagi tumbuh kembangnya penyandang disabilitas, melalui sinergitas bersama termasuk kebijakan anggaran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, penyandang disabilitas di Indonesia kurang lebih 22,97 juta.
“Sedikitnya ada 3.000 anak penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya. Namun, dari data by name by address ada 764 orang,” ungkap Waryono dari RBM Kota Tasikmalaya
Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kota Tasikmalaya dibawah naungan Dinas Sosial ini, berharap dapat mengurangi angka disabilitas menjadi kemandirian @ad












