Tasikmalaya, Fokus9.com_Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto mengatakan untuk mencapai kemandirian pangan dibutuhkan strategi menjaga keberlanjutan produktivitas sumber daya pertanian melalui pengelolaan lahan.

“Termasuk lahan daerah dataran tinggi. Lahan daerah dataran tinggi berpotensi untuk dikembangkan dengan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan,” tuturnya.
Disisi lain, kata dia, pengelolaan lahan daerah dataran tinggi dihadapkan pada permasalahan keterbatasan air irigasi, erosi, penurunan kesuburan tanah dan produktivitas sumber daya pertanian.
Untuk itu, pemerintah berupaya mengoptimalkan pengelolaan lahan daerah dataran tinggi untuk pengembangan komoditas strategis pertanian melalui program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND)
“Untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan,” kata H. Ade Sugianto pada rapat paripurna pengajuan Raperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 9/2016 tentang penyertaan modal di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, selasa (28/5/2024) lalu

Menurutnya, dalam pengelolaan program UPLAND memerlukan konsep pengelolaan yang berkelanjutan antara kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian secara holistik dan terintegrasi pada skala usaha tani (dari fase On Farm hingga fase Off Farm)
“Diharapkan mampu menyerap tenaga kerja petani, meningkatkan nilai tambah petani atau masyarakat melalui pembentukan kelembagaan di tingkat petani maupun daerah secara profesional,” harap Ade Sugianto
Penyertaan modal BUMD, tambah Ade dapat diprioritaskan dalam rangka penambahan modal BUMD untuk pengembangan usaha, penguatan struktur permodalan dan penugasan pemerintah daerah.
“Untuk program UPLAND, memberikan tugas fungsional kepada PT. BPR Cipatujah Jabar sebagai penyalur dan pengelola dana microfinance program UPLAND di Kabupaten Tasikmalaya,” jelasnya
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sendiri memiliki 4 (empat) BUMD bidang lembaga keuangan yaitu PT BPR Artha Galunggung (Perseroda), PT BPR Artha Sukapura (Perseroda), PT BPR Cipatujah Jabar (Perseroda) dan PT LKM Pancatengah Tasikmalaya (Perseroda).
Selain itu, penyertaan modal merupakan upaya mewujudkan pembiayaan yang mendukung konsep pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, mengakselerasi upaya Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu sentra produk pertanian organik di Indonesia.
“Serta, meningkatkan kesejahteraan petani dan kualitas lahan pertanian melalui dukungan permodalan yang optimal,” tutupnya @ad












