Tasikmalaya, Fokus9.com_Pj. Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah menyampaikan beberapa capaian serta terobosan inovatif yang segera dilaksanakan terutama dalam menanggulangi isu tematik permasalahan Kota Tasikmalaya seperti pengentasan kemiskinan dan penganguran, masalah sampah, inflasi serta penerapan media digital

“Terimakasih untuk semua anggota dewan yang telah bekerjasama dan berdiskusi mencari solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Semoga soliditas ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan dalam membangun Kota Tasikmalaya,” kata Cheka pada Halal Bihalal Keluarga Besar DPRD Kota Tasikmalaya di Gedung serbaguna DPRD, jumat (19/4/2024)
Penurunan angka kemiskinan, sebut Cheka menjadi yang terbaik se-Indonesia dengan rata-rata penurunan 1 persen tiap tahun (sekarang 9.06 persen) dan jika konsisten sekira sepuluh tahun kedepan kemiskinan dapat dientaskan (tahun 2034)
Tingkat inflasi yang sangat terkendali, telah meraih terbaik se-Jawa (penurunan inflasi 0,01 persen pada Desember 2023 serta permasalahan sampah yang tahun 2023 diapresiasi dengan penghargaan Adipura (terakhir didapatkan pada tahun 2016)
Terkait angka pengangguran, terang ia walau ada sedikit penurunan dari 6,62 menjadi 6,55 dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi dibutuhkan program untuk mengatasi permasalahan pengangguran, salah satu isu tematik masalah Kota Tasikmalaya
Langkah yang diambil melalui platform media sosial seperti halnya tiktok yang disebut ‘Hayu-Gawe’ yang dilaunching hari ini (17/4) Menginventarisir untuk dijadikan berupa bursa kerja mulai dari perusahaan besar hingga Asisten Rumah Tangga (ART)
Selain itu, untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sejak Maret 2024 Pemkot mensosialisasikan Gece (Gerak Cepat) 112 berupa call center 1 x 24 jam untuk melayani masyarakat khususnya terkait kedaruratan

Sementara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, SH mengatakan momentum halal bihalal selain untuk saling memaafkan juga dijadikan kesempatan menjalin kerjasama kedepan dengan pihak eksekutif (Pemkot) untuk lebih memaksimalkan porsi masing-masing
Dengan fungsi pengawasan yang dimiliki, terang Aslim program pemerintah khususnya menyangkut digitalisasi yang tidak terhindarkan harus melalui proses agar endingnya sesuai harapan (tahapan dan kajian)
“Membutuhkan tahapan dan kajian agar tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat bawah dan hal ini membutuhkan kerjasama yang baik seluruh stakeholder,” ungkapnya @ad












