Tasikmalaya, Fokus9.com_Lima (5) Isu tematik Kota Tasikmalaya ; Kemiskinan, Stunting, Inflasi, Pengangguran dan permasalahan sampah menjadi topik utama yang disampaikan Pj. Walikota Cheka Virgowansyah pada Musrenbang RKPD Kota Tasikmalaya tahun 2025 di Grand Metro Hotel, kamis (7/3/2024)

“Yang kita dikejar adalah pembangunan berdampak. Tidak melihat berapa banyak kita bekerja, seberapa banyak rapat dan rakor tetapi apakah hal itu berdampak bagi masyarakat,” kata Cheka yang mengajak semua pihak ikut berkontribusi
Musrenbang RKPD Kota Tasikmalaya tahun 2025 dengan tema Peningkatan penanaman modal dan pelayanan publik untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat diharapkan dapat menanggulangi serta menjadi solusi permasalahan utama di Kota Tasikmalaya
Terkait Kemiskinan yang trendnya menurun dari tahun ke tahun sejak tahun 2021 sebesar 13,3%, 2022 menjadi 12,72% dan tahun 2023 sebesar 11,53% rata-rata turun 1% tiap tahunnya dan diharapkan 10 tahun kedepan bisa tertanggulangi
Begitu juga dengan stunting dari 11,52% menjadi 10,57 (2023), Tingkat inflasi telah meraih terbaik se-Jawa, Tingkat pengangguran walau menurun sedikit (6,62 menjadi 6,55) serta permasalahan sampah yang tahun 2023 diapresiasi dengan penghargaan Adipura (terakhir didapatkan pada tahun 2016)

Sebagai Pusat kegiatan wilayah, Kota Tasikmalaya akan dijadikan Kota Event dimana setiap minggu minimal ada dua even yang dapat mengundang kunjungan yang berdampak ekonomi bagi masyarakat Kota Tasikmalaya termasuk akses KA Gambir-Tasikmalaya. Tahun 2024 telah disiapkan 125 event termasuk didalamnya event tahunan seperti Automatic Air Show
“Sedang diupayakan kita punya tempat yang refresentatif seperti BSD dan JCC untuk event yang diselenggarakan,” harapnya
Potensi yang bisa menjadi kekuatan, terang Cheka adalah IPM Kota Tasikmalaya menjadi salah satu terbaik di Jabar, Penanaman modal trend nya cukup baik, pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari 3,57 ke 5,01 dan 5,96 (tahun 2023) dan memenuhi syarat menuju Indonesia emas (pertumbuhan ekonomi minimal 5%)
Disebutkan, Kota Tasikmalaya setidaknya telah meraih 13 capaian penghargaan seperti ; WTP, Zona Hijau dari Ombudsman, Predikat ke-6 dari Menpan RB, Kota Informatif, Pembangunan terbaik katagori 3 serta penghargaan Adipura
“Penghargaan bukan satu-satunya cara menilai baik atau tidak, tetapi berdampak atau tidak. Penghargaan adalah salah satu indikator untuk menyatakan pekerjaan itu berhasil,” ungkap Cheka
Sementara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, SH, M.Si mengatakan target pembangunan Kota Tasikmalaya tahun 2025 adalah peningkatan daya saing untuk kesejahteraan masyarakat yang akan diwadahi DPRD melalui program infrastruktur, pengembangan SDM, Managemen pengelolaan pariwisata, pertanian, UMKM, Kesehatan, Penataan lingkungan serta penanggulangan bencana
“Indikatornya sudah jelas. Salah satunya dengan 13 capaian seperti yang telah disampaikan Pj. Walikota, tinggal peningkatan saja,” Ujar Aslim mengapresiasi @ad












