Tasikmalaya, Fokus9.com
Seluruh kader PDI Perjuangan, struktural, caleg bergerak bekerja di tengah-tengah rakyat menghadirkan politik kerakyatan, politik yang santun dan bermartabat untuk bisa memenangkan PDI Perjuangan dan Capres Cawapres PDI Perjuangan

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, dengan waktu yang tinggal 104 hari lagi, PDI Perjuangan optimis dengan masyarakat yang sudah cerdas serta berbagai survey yang masih dinamis menjadi kunci memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden yang diusung PDI Perjuangan di Jawa Barat
“Apapun yang terjadi hari ini, dengan Jokowi melalui Gibran yang loncat dari PDI Perjuangan tidak akan mempengaruhi,dengan catatan seluruh kader PDI Perjuangan bergerak ke bawah,” kata Ono Surono usai Rapat Konsolidasi Pemenagan Pemilu 2024 DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Santika, rabu (1/11/2023) malam
Menurutnya, Ganjar Pranowo lebih mudah dijual ke masyarakat Jawa Barat dibanding Jokowi, karena Jokowi di Tasikmalaya hanya memenangkan 29 persen. Dan dalam demokrasi yang sangat terbuka ini selain partai politik, kader sendiri sangat menentukan pemenangan tanpa struktural partai
Untuk Kabupaten Tasikmalaya dimana kepala daerah (Bupati) merupakan kader PDI Perjuangan diharapkan suaranya bertambah karena punya visi misi yang dipandu oleh partai, salah satunya bagaimana menghadirkan program-program kerakyatan dan dapat menjalankanya dengan baik untuk mendapat simpati rakyat
“Sejarah tercipta Bupati pertama kalinya di Kabupaten Tasikmalaya bahkan untuk pertama kalinya PDI Perjuangan harus menang di Kabupaten Tasikmalaya,” harapnya

Sementara, Bupati Tasikmalaya yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Ade Sugianto menginginkan seluruh jajaran kompak dan membangun komunikasi yang segar, penuh gairah serta menyatukan satu pikiran bahwa potensi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya merupakan aset penting untuk memenangkan kontestasi secara gotong royong
“Sebagai Ketua DPC tugas kepartaian saya memenangkan partai dan pasangan Capres Cawapres yang diusung. Sebagai pembina politik bagaimana mengakrabkan dan menyamakan persepsi diantara partai partai lain,” ungkap Ade yang berharap penyelenggaraan Pemilu 2024 di wilayahnya dapat berjalan aman dan damai
Terkait dinamika suhu politik yang melibatkan kader PDI Perjuangan (Jokowi dan Gibran) Dia menyebutkan bahwa Demokrasi dibatasi oleh dua (2) hal yaitu norma atau aturan dan etika dimana etika kembali kepada personal dimana kebebasanya tidak mengganggu orang lain
“Dalam politik sopan santun harus dikedepankan. Ketika seseorang kehilangan etika dan norma hanya karena ingin dan memperjuangkan nafsu, itu binatang. Tatakrama tetap dijaga lah,” pungkas Ade yang enggan berkomentar terkait Politik Dinasti @ Ayi Darajat












