Tasikmalaya, Fokus9.com
Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan keberadaan dan daya tarik hutan sebagai media baru transaksi ekonomi masyarakat tanpa harus merusak daya dukung lingkungan lewat Pasar Leuweung Pasisian dengan launching Pojok Pasar leuweung di Danau Lemona Kabupaten Tasikmalaya, sabtu (17/6/2023)

Pada Pojok Pasar Leuweung Danau Lemona digelar produk-produk hasil hutan, UMKM dan juga program Petani Milenial yang didukung jajaran Pemkab Tasikmalaya serta cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI
“Konsep Pasar Leuweung Pasisian merupakan implementasi semangat hutan lestari masyarakat sejahtera. Petani tidak saja menanam dan memelihara tapi disiapkan pemasarannya lewat Hutan Leuweung,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, ST, M.Si
Pihaknya terus mendorong masyarakat khususnya petani untuk bisa mandiri melalui potensi yang ada dengan mengembangkan akses penjualan produk hasil hutan
Pada kesempatan tersebut, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menandatangani kerjasama terbentuknya Pojok Pasar Leuweung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sektor Kehutanan dengan owner Lemona Cake and Bakery H. Cuncun Eris Budiana
“Banyak produk UMKM yang butuh wadah/tempat. Sementara ini, untuk offline bisa kami lakukan di Kota Tasikmalaya. Walau dengan banyak tantangan, semoga kami bisa mengimplementasikan apa yang menjadi tujuan dan harapan even ini,” ungkap H. Cuncun yang ingin Kabupaten Tasikmalaya memiliki ikon UMKM
PR terbesar sebagai entrepreneur terang Cuncun adalah manakala sudah jadi barang jadi, dijual dan tidak laku. Ini yang harus menjadi perhatian bersama
“Hal ini menjadi motivasi semoga dapat diimplementasikan melalui sinergi dengan semua pihak yang bergerak di sektor UMKM termasuk Dinas Kehutanan,” ujarnya

Sebelumnya, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melakukan penanaman seribu pohon yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rudzanul Ulum di Kampung Pramuka Kubangsari Desa Mandalaguna Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya
“Pembangunan tetap digenjot, tetapi penanaman pohon, sanitasi air, irigasi dan yang mendorong terhadap siklus lingkungan yang baik terus dilakukan. Pananaman di Kampung Pramuka agar air yang ada disini bisa dijadikan cadangan untuk daerah yang lain,” Jelas Uu yang juga memberikan kotak untuk budidaya lebah madu
Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya H. Nuraedidin, S.IP mengatakan bahwa potensi pertanian, Perkebunan dan kehutanan Kabupaten Tasikmalaya sangat besar dan terus dioptimalkan selain untuk ketahanan pangan juga untuk meminimalisasi krisis energi serta dampak el nino
Tanda Penghormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pembangunan Pertanian yang diraih Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, terang Ia menjadi bukti kemajuan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya
Satyalancana Wira Karya adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada para warganya yang telah memberikan darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain
“Kita ingin Kabupaten Tasikmalaya menjadi Lumbung pangan dunia tahun 2045,” pungkasnya @ Ayi Darajat
ad/ad












