Tasikmalaya, Fokus9.com
Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya berpeluang menjadi wakil Kota Tasikmalaya mengikuti lomba kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat setelah tim verifikasi data melakukan evaluasi perkembangan tiga kelurahan di Kota Tasikmalaya

Setelah Kelurahan Empangsari di Kecamatan Tawang dan Kelurahan Ciakar di Kecamatan Cibeureum, Kelurahan Tugujaya dianggap memiliki nilai plus termasuk partisipasi dan kreatifitas masyarakat yang menjadi kunci sebagai kandidat mewakili Kota Tasikmalaya ke Tingkat Provinsi
“Ada tiga indikator penilaian terkait kinerja kelurahan dari sisi pemerintahan, sisi kemasyarakatan dan pembangunan plus inovasi bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Kepala Bidang Pemerintahan Wawan Gunawan usai melakukan evaluasi perkembangan dan Lomba Kelurahan di Kelurahan Tugujaya, kamis (25/5/2023)
Selanjutnya, terang Wawan ada 20 Dinas/SKPD untuk membimbing, mengguide dan mengarahkan sehingga kelurahan ini dapat menggambarkan banyak hal (Kelurahan merupakan kumpulan dari seluruh program yang ada di pemerintah pusat) ; tupoksi dan kinerja kelurahan sebagai perangkat kecamatan dalam memberikan pelayanan terbaik dari seluruh urusan yang ada
Selain itu, Kelurahan Tugujaya dianggap dapat mengakselerasi program prioritas kepala daerah ; penurunan kemiskinan, stunting, penanganan persampahan dan bisa berkontribusi menurunkan angka inflasi di Kota Tasikmalaya

Pada kesempatan tersebut, Lurah Tugujaya Dudu, S.Sos, MM mengatakan bahwa inovasi yang dikembangkan adalah optimalisasi pemberdayaan masyarakat meliputi urban farming dimana didalamnya ada hidroponik, hortikultura dan tanaman obat (ketahanan pangan), bank sampah serta budidaya maggot
“Kami integrasikan dan saling melengkapi antara KWT, Bank Sampah dan budidaya Maggot. Juga fokus pada pelaksanaan program pemerintah dalam penurunan stunting, permasalahan sampah dan penurunan angka kemiskinan,” ungkapnya
Dijelaskannya, bahwa upaya untuk menurunkan angka kemiskinan, kegiatan kelurahan melibatkan masyarakat (pemberdayaan masyarakat), pemberian makanan tambahan dan program lain dalam menurunkan angka stunting. Sedangkan permasalahan sampah melalui Bank Sampah dan budidaya Maggot
“Setelah melalui pemilahan, sampah anorganik melalui Bank Sampah menjadi barang bernilai rupiah dan sampah organiknya dimanfaatkan untuk budidaya maggot,” pungkasnya @ Ayi Darajat
ad/ad












