Tasikmalaya, Fokus9_ Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai membuka tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA, SMK dan SLB negeri
Disdik Jabar kembali menghadirkan sistem pendaftaran online melalui laman resmi SPMB jabar untuk mengakses informasi serta mengikuti seluruh tahapan seleksi
Saat launching SPMB 2026 di SMK 2 Tasikmalaya, Senin (18/5/2025) Panitia SPMB KCD 12 sekaligus membentuk PPID (layanan pengaduan)
“Pada SPMB/PPDB 2026, kami membangun komitmen tidak ada pungutan liar (Pungli) maupun titip-titipan.” Kata Sekretaris SMPB KCD 12 Irwan Ridwan usai Audiens dengan POSSMA dan DPRD Kota Tasikmalaya terkait PPDB 2026
Pihaknya akan melakukan sosialisasi secara masif agar tidak terjadi simpang siur terkait PPDB melalui SMP/MTs di Kota Tasikmalaya
Pengawas SMK ini menuturkan akan mendistribusikan akun digital untuk siswa lulusan SMP/MTs pada 18-22 Mei 2026, selanjutnya tahap pemetaan minat. Pemetaan minat yakni peminatan untuk sekolah Manusia Unggul (Maung) maupun peminatan untuk SPMB reguler
“Calon siswa dapat mendaftar melalui beberapa pilihan jalur seperti jalur domisili (zonasi), Jalur prestasi, Jalur Afirmasi dan jalur mutasi.” jelasnya

SPMB 2026 Harus Jujur dan Transparan
Sementara, POSSMA ingin memastikan bahwa SPMB 2026 jujur dan transparan serta bebas pungli, bebas transaksi termasuk membuka Posko Pengaduan
“Empat jalur atau pintu masuk seluruh sekolah persentasinya harus sama terutama pada pelaksanaanya walau regulasinya sudah benar.” ungkap perwakilan Forum Silaturahmi Selasar masjid Agung (POSSMA), Latief Sudjana
Selain itu, menuntut Disdik, KCD 12 dan Walikota untuk dapat menolak jumlah siswa per rombongan belajar (Rombel) melebihi aturan Kemendiknas
Selanjutnya, menghidupkan Kembali pembinaan akhlak siswa. Dalam hal ini, KPAI dan POSSMA akan membantu sekolah audit karakter akhlaq siswa si sekolah yang rentan praktek bullying. Termasuk yang rawan tawuran, geng motor, narkoba dan kenakalan siswa lainnya dalam program pembinaan akhlaq dan keagamaan
Untuk itu, Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya mengharapkan Disdik Kota dan KCD 12 sesegera mungkin melakukan pertemuan Kembali dengan DPRD. “Untuk menjawab tuntutan POSSMA termasuk terkait anggaran pendidikan yang masuk ranah Banggar dan Disdik.” ujar Ketua Komisi IV Undang Syafrudin, M.Pd @ad












