Tasikmalaya, Fokus9.com_ Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengcab Kota Tasikmalaya menyayangkan kurangnya atensi pemerintah daerah menjelang Babak Kualifikasi (BK) Porprov Oktober 2025.

Padahal Cabor IMI menjadi salah satu Cabor yang mendapat SK menjadi tuan rumah pelaksanaan BK Porprov selain Panahan dan Basket
Pihaknya sudah meminta arahan lebih lanjut dari pimpinan daerah dengan mengiriman surat untuk pelaksanaan setelah sebelumnya koordinasi dengan KONI.
“Karena keterlambatan memberikan kepastian kepada Pengprov, satu dari tiga cabor yakni Mini 4WD lepas ke Kabupaten Bekasi. Kami akhirnya hanya mendapat kesempatan untuk Balap Motor dan Grasstrack di Bukit Peusar.” ungkap Ketua IMI Pengcab Kota Tasikmalaya Tantan Sadir saat audiens dengan Komisi IV DPRD, Jumat (11/7/2025)
Senada, Ketua Bidang Organisasi IMI Pengcab Kota Tasikmalaya Asep Rizal menyebut pihaknya meminta pertemuan dengan Walikota untuk menindaklanjuti SK Pengprov. Bukan untuk meminta anggaran, tetapi bagaimana dapat melaksanakan kepercayaan sebagai tuan rumah.
“Ada 20 kontingen Kota/Kabupaten di Jawa Barat akan mengikuti pelaksanaan BK Porprov di Sirkuit Bukit Peusar bulan Oktober mendatang.” kata Asep Rizal
Ia menyebut anggaran pembinaan dari KONI yang membawahi 45 Cabor sebesar Rp2,5 miliar tentunya cukup memberatkan. Untuk itu, IMI akan mengupayakan dengan anggaran terbatas tersebut salah satunya dengan menawarkan sponsorship tentunya setelah mendapat arahan Walikota.
“Hal lainnya jangan sampai atlet berprestasi hijrah atau terbeli daerah lain.” Harap Asep Rizal
Pada kesempatan tersebut, KONI Kota Tasikmalaya dan Cabor IMI mendapat kepastian bahwa Walikota siap menerima mereka dan mendiskusikan pelaksanaan BK
“Minggu depan, Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi siap menerima dan membicarakan lebih lanjut.” kata Sekretaris Komisi IV Hj Evi Silviani, S.IP

KONI Sambut Baik Kesiapan Walikota
Sementara, Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan menyambut baik rencana pertemuan dengan Walikota karena tujuannya semata untuk kemajuan Olahraga Tasikmalaya
Untuk BK Porprov, KONI memberikan kesempatan ke semua cabor. “Tetapi, untuk Porprovnya kita lakukan skala prioritas bagi atlet/cabor dengan peluang besar meraih medali emas. Ada data dan ukuran seperti atlet Muaythai yang telah menjuarai PON.” Ujar Anton Suherlan
Ia memperkirakan untuk target terbaik Porprov pada tahun 2027, sedangkan tahun ini masih 6 Medali emas dengan rangking 23 di Jawa Barat. “Kalaupun ada mutasi atlet, realisasinya butuh anggaran tambahan. Meskipun demikian regulasi perpindahan atlet mendapat perhatian karena melibatkan KONIDA-KONIDA dengan Surat Rekomendasi.” Jelas Anton Suherlan @ad












