Jakarta, Fokus9.com_ Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (26/6/2025)
Hasil Munas menetapkan terpilihnya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono secara aklamasi sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.
Ketua Umum HKTI terpilih Sudaryono bersama mantan ketum HKTI Moeldoko
Terpilihnya Sudaryono menjadi tonggak sejarah baru bagi organisasi HKTI. HKTI kini berada dalam satu komando kepemimpinan setelah terpecah dalam dua kubu antara pihak Fadli Zon dan Moeldoko.
“Peleburan dua pengurus ini akan mulus sampai ke tingkat akar rumput serta menjadi lompatan untuk melindungi dan memperjuangkan nasib petani.” ujar Ketua Badan Pertimbangan Organisasi HKTI Osman Sapta Oedang
Menurutnya, jumlah petani di Indonesia sangat besar, sekitar 76 juta. Sebab itu, petani membutuhkan dukungan, dan HKTI harus banyak turun ke desa-desa untuk memperhatikan para petani di Tanah Air.
Dalam Munas HKTI tersebut juga membahas strategi pertanian nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa hilirisasi menjadi fondasi utama dalam transformasi pertanian di Indonesia.
“Mulai dari pemetaan komoditas unggulan berbasis keunggulan komparatif, hingga pembukaan lahan baru untuk mendukung swasembada gula dan beras.” jelas Amran Sulaiman

Sementara, Ketua Umum HKTI Sudaryono menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis Pemerintah sekaligus pelindung kepentingan petani.
Dia juga menyoroti beberapa persoalan utama di sektor pertanian. “Distribusi pupuk yang belum merata, harga komoditas yang tidak stabil, serta birokrasi subsidi yang sering tidak tepat sasaran.” ungkap Sudaryono
Ke depan, Sudaryono menjanjikan revitalisasi organisasi melalui pendekatan teknologi, pelibatan generasi muda, serta kolaborasi lintas lembaga dan kementerian.
Dia juga menyadari, semua program itu hanya akan berhasil jika benar-benar menyentuh kebutuhan petani di akar rumput @dt/ad












