Tasikmalaya, Fokus9.com_ Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto menyampaikan capaian kinerja pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 pada Rapat Paripurna DPRD, Rabu (26/3/2025). Gambaran capaian kinerja pada Nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tersebut meliputi Indikator kinerja makro, kinerja utama serta indikator kinerja lainnya.

“IPM Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024 meningkat dari 69,38 poin menjadi 69,98 poin serta menurunnya angka keminskinan, pengangguran dan ketimpangan pendapatan (gini ratio). Namun, pertumbuhan ekonomi mengalami pelambatan dari 4,69% pada tahun 2023 menjadi 4,64% dan pendapatan perkapita (ADHB) masih sebesar 14.47 juta rupiah.” Kata Ade Sugianto
Ia menyebut Indikator kinerja utama menunjukkan peningkatan ; Indeks Pendidikan, Kesehatan, persentase pelayanan kesejahteraan sosial, kemajuan kebudayaan, indikator kabupaten layak anak. “Begitu juga dengan Nilai Sakip, Indeks kepuasan masyarakat, Indeks pengelolaan keuangan daerah (IPKD), Indeks profesionalitas ASN, Indeks inovasi daerah, pertumbuhan realisasi investasi. Untuk nilai LPPD, Kementerian dalam negeri belum menerbitkan nilai LPPD tahun 2023 dan 2024.” tuturnya.
Melihat Indikator kinerja lainnya seperti indeks reformasi birokrasi, indeks SPBE, Nilai MCP (Monitoring Centre For Prevention) juga menunjukkan peningkatan signifikan. Sedangkan Indikator kinerja infrastruktur terkait kemantapan jalan, Ade menjelaskan mengalami penurunan dari 73,79 persen pada tahun 2023 menjadi 67,36 persen. Namun, jumlah irigasi dalam kondisi baik meningkat dari 69,99 % menjadi 89,22%.
“Pelaksanaan program kerja dan kegiatan pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya selama tahun 2024 mendapat apresiasi dengan menerima berbagai penghargaan. Kita menerima penghargaan sebanyak 20 penghargaan baik dari pemerintah maupun swasta.” ungkap Ade Sugianto.

Realisasi Anggaran TA 2024
Sebelumnya, Ade Sugianto menyampaikan pula tentang realisasi anggaran pendapatan daerah yang mencakup pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan. Pendapatan daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer dan pendapatan daerah yang sah lainnya mencapai 97,81% (realisasi 3,57 triliun).
“Realisasi PAD sebesar 359,02 miliar (90,96%). Terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah dan penerimaan hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan dan PAD lain yang sah. Pendapatan transfer sebesar 3,20 triliun (98,73%) dari transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah. Realisasi Pendapatan hibah sebesar 5,38 miliar (64,57%) dari target sebesar 8,33 miliar.” urai Ade Sugianto.
Realisasi belanja daerah sebesar 3,74 triliun (97,52%) dari pagu anggaran sebesar 3,84 triliun. Belanja daerah meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. “Penerimaan pembiayaan daerah sebesar 269,38 miliar dengan realisasi pengeluaran pembiayaan daerah sebesar 56,42 miliar rupiah,” pungkas Ade Sugianto @ad












