Tasikmalaya, Fokus9.com_Pengembangan sektor potensial produk kerajinan, pertanian, perkebunan serta transformasi ekonomi terhadap produktivitas agribisnis lokal mendapat perhatian utama segmen debat publik.
Materi berikutnya adalah ekonomi kerakyatan terkait pendapatan perkapita, menurunkan angka kemiskinan dan memperkecil kesenjangan sosial.

Debat ini merupakan kesempatan terakhir ketiga paslon menyampaikan visi misi serta program unggulan mereka sebelum pemilihan pada 27 November 2024
Debat publik kedua di Hotel Alhambra Singaparna, sabtu (16/11/2024) malam tersebut, ketiga paslon Bupati dan wakil Bupati Tasikmalaya tampak safety. Tidak ada saling sindir terhadap rencana program kerja seperti debat pertama apalagi saling serang satu sama lain.
Meratanya penguasaan materi ‘Strategi meningkatkan Daya Saing Melalui Transformasi Ekonomi dan Good Governance’ mengindikasikan ketiga pasangan calon mempersiapkan dengan matang.
Dalam pengembangan sektor potensial produk unggulan, pasangan Iwan-Dede soroti kerajinan tangan komoditas ekspor dari Rajapolah dan beras organik. Juga sub sektor perikanan darat (ikan mas dan gurame lokal) yang harus terus menjadi salah satu unggulan melalui dukungan dari pemerintah.
Begitu juga potensi perkebunan Paslon Cecep-Asep mengungkap komoditi ekspor dari Manggis Puspahiyang juga perkebunan teh. Menurutnya, untuk menghasilkan nilai tambah, produk itu harus memiliki daya saing di pasar lokal dan pasar global. “Dengan meningkatkan kapasitas dan kualitasnya sehingga menembus pasar dunia,” tutur Asep Sopari.
Sedangkan pasangan Ade-Iip menambahkan perlunya peningkatan sumber daya produksi serta memahami teknologi informasi sehingga menjangkau atau memperluas pangsa pasar.

Sebagai salah satu penghasil padi organik, potensi agribisnis lokal di Kabupaten Tasikmalaya memiliki peluang besar. Soal ini, ketiga paslon hampir senada mengungkapkan perlunya meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi, sistem/tata kelola pertanian termasuk menerapkan teknologi. “Menjadi prioritas karena sektor pertanian ini menyumbang 60% PDRB Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap Iwan Saputra.
Terkait kebijakan untuk menumbuhkembangkan UMKM dan mempersempit kesenjangan sosial, Program Paslon Ade-Iip ‘Matuh’ dan pemberdayaan wirausaha desa. Yakni dengan mempermudah akses modal seperti BPR yang murah tanpa bunga (bunga disubsidi pemerintah), membangkitkan Bumdes dan Koperasi serta Event.
Paslon Iwan-Dede melalui program bantuan modal lunak untuk pelaku ekonomi ultra mikro serta kartu wirausaha bagi Ibu rumah tangga. Sedangkan paslon Cecep-Asep menyiapkan UMKM Center dan kredit cerdas anti bank emok serta edukasi literasi keuangan UMKM @ad












