Tasikmalaya, Fokus9.com
Area persawahan Kampung Sukasirna Desa Manggungsari Kecamatan Rajapolah tampak tumbuh subur seperti tidak terkendala akibat bencana kekeringan (kemarau panjang) yang terjadi sejak Juni 2023.
Dengan mengoptimalkan sumber air sungai Citanduy, para petani membuat Kincir Air setiap musim kering/kemarau

Kampung Sukasirna Desa Manggung jaya memiliki luas area persawahan sekitar 25 hektar. Beberapa area persawahan masih berada di aliran irigasi, sedangkan sekitar 8 hektar area persawahan akan kering ketika musim kemarau
Meski demikian, petani jarang mengalami gagal panen. Saat mulai kesulitan air, petani langsung membuat kincir air di sungai Citanduy yang tidak pernah kering sepanjang sejarah. Dengan begitu, petani tidak khawatir mengalami kekeringan selama musim kemarau

“Konsep kincir air sudah dikenal sejak tahun 1960-an oleh para petani di Kampung Sukasirna. Lokasi pembuatan kincir air tidak sama setiap tahunnya disesuaikan aliran air dan lahan yang mengalami krisis air,” ungkap Sofyan (50) salah satu pengguna Kincir air di Kampung Sukasirna, senin (9/10/2023)
Menurutnya, kincir air merupakan warisan turun temurun setiap musim kemarau agar sawah terus terairi dan menjadi penyelamat nasib petani dari dampak kekeringan. Dari kincir itu, air sungai Citanduy tersalurkan melalui pipa bambu dan selang karet ke area pesawahan
“Biasanya ada 8 hingga 11 kincir air yang dibuat setiap musim kemarau tiba. Saat ini ada 4 kincir air yang terpasang. Dari 8 kincir air yang ada dapat mensuplai air untuk lahan lebih kurang 5 hektar,” ujar Sofyan
Kincir air sederhana yang hampir semuanya berbahan bambu dirasakan petani di wilayah ini sangat memberi manfaat dan menggunakan tujuh titik Bak Penampung Air bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya untuk disalurkan ke lahan sawah disekitarnya

Terpisah, Kepala Desa Manggungsari Ucu Komara menambahkan bahwa keberadaan kincir air yang merupakan kearifan lokal berdampak pada panen yang bisa tiga kali masa tanam di kampung Sirnasari yang dilintasi sungai Citanduy dan mulai diikuti kampung Cirangkong
“Yang dilintasi saluran irigasi pada kondisi saat ini jangankan untuk mengairi sawah, untuk mandi pun susah. Adanya kincir air setidaknya petani di kampung Sirnasari tidak gagal panen dan tanahnya tetap produktif,” kata Ucu
Kedepan, pihaknya sudah mengusulkan adanya bantuan slang/pipa agar air yang dihasilkan dapat didistribusikan lebih luas ke wilayah sekitarnya. Hal tersebut disampaikan saat Kedatangan dari Kementerian/Dirjen Pertanian, Dinas Pertanian dan BPBD yang meninjau langsung area pertanian di sepanjang sungai Citanduy @ Ayi Darajat












