Tasikmalaya, Fokus9.com_ Menginjak tahun ke-13, Keluarga dr. Wahya selalu memanfaatkan momentum ramadhan dengan menyantuni anak yatim di wilayah Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.
Hal ini telah mereka lakukan sejak tahun 2012 bahkan saat pandemi Covid-19 (2020-2021) meski melaksanakannya dengan cara door to door.

“Menumbuhkan rasa kepedulian bagi sesama dalam upaya menjaga harapan masyarakat khususnya terhadap anak yatim piatu. Diantara mereka mungkin saja lahir pemimpin nasional,” kata dr. H. Wahya, di Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah, minggu (23/3/2025).
Menurutnya, solidaritas sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia untuk membantu sesama harus terus dibangun sehingga menciptakan ikatan sosial. “Setidaknya memberi kebahagiaan dan menjaga semangat mereka walau tanpa orang tua,” tuturnya
Ia mengibaratkan dua jari terdekat yang mengandung arti tidak ada pemisah dengan Rosullulloh/Nabi Muhammad SAW. “Semoga kami istiqomah untuk terus berbagi sekaligus upaya meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT.” tambah Hj. Enung DN, istri dr. H. Wahya yang juga anggota Ikatan Istri-istri Dokter Indonesia (IIDI) Tasikmalaya

Hj Enung menyebut tahun ini memberikan santunan bagi 120 anak yatim piatu serta puluhan orang jompo di sekitar Desa Manggungjaya.
Sementara, KH. Drs. Tetep Abdul Latif menjelaskan santunan anak yatim merupakan salah satu pintu masuk ke surganya Alloh SWT. Dan secara sosial, mereka (anak yatim) bisa merasakan apa yang orang mampu nikmati serta dapat menimbulkan kepedulian sosial.
“Keterbatasan dalam diri setiap manusia harus menjadi motivasi untuk mendapat derajat/martabat yang lebih tinggi. Baik dalam kehidupan masyarakat terutama dalam pandangan alloh,” Ungkap Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini @ad












