Tasikmalaya, Fokus9.com_Erry Purwanto terpilih secara aklamasi pimpin KONI Kabupaten Tasikmalaya periode 2024-2028 pada Musorkab KONI di Hotel City, minggu (8/12/2024).

Wakil pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya tersebut mendapat dukungan dari 38 cabor dan 2 badan fungsional pada naungan KONI Kabupaten Tasikmalaya.
Pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya pada Musyawarah olah raga Kabupaten (Musorkab) KONI ini berjalan lancar, kondusif dan demokratis.
“Sesuai aturan yang ada, tidak ada intrik atau apapun yang dapat mencederai semangat memajukan prestasi olah raga di Kabupaten Tasikmalaya. Semua dapat menerima.” kata Sekretaris Disparpora H. Dodi Ajat Sudrajat
Menurutnya, pemilihan Ketua umum KONI secara demokratis ini merupakan bentuk kesadaran, kekompakan dan pemikiran yang sama untuk memajukan olahraga.

“Dari dua calon yang yang lolos test, mengerucut pada satu figur dan akhirnya secara aklamasi memilih Erry Purwanto sebagai Ketua Umum.” ungkap Dodi
Ia menyebut sesuai kapasitasnya Erry Purwanto akan memberikan warna baru dan menjembatani antara cabor dan Pemda. Selain itu, dapat memberikan advokasi serta solusi sehingga KONI dapat mandiri dan mendukung kemajuan olahraga Kabupaten Tasikmalaya.
Senada, Ketua Umum KONI 2020-2024 Aef Saeful Hidayat mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Musorkab KONI dan harapan kepada Ketua Umum baru. “Semoga lebih maju. Apalagi sesama penyelenggara pemerintahan sehingga memiliki akses anggaran,” tuturnya.

Fokus Pembinaan Olahraga Prestasi dan Hilangkan Jual Beli Atlet
Ketua Umum terpilih Erry Purwanto mengatakan akan fokus pada pembinaan cabor prestasi yang memiliki peluang besar meraih medali emas. Terutama dalam menghadapi Kejurprov mendatang.
Untuk itu, Ia akan menyelaraskan dahulu kebutuhan internal organisasi terkait kelembagaan dan susunan pengurus. Setelah itu konsultasi dengan Bupati Tasikmalaya selaku Pembina KONI meminta petunjuk dan arahan. “Agar keberadaan kami memiliki manfaat bagi prestasi olahraga dan membawa harum Kabupaten Tasikmalaya di bidang olahraga,” ujar Erry Purwanto.
Selanjutnya, untuk menjadi pedoman langkah organisasi, pihaknya akan melaksanakan Rakercab serta memberi perhatian pada pengembangan pembinaan cabor sebagai ujung tombak.
Selain fokus pada pembinaan cabor prestasi, Erry Purwanto pun concern agar tidak terjadi perpindahan atlet/jual beli atlet antar daerah.
Transfer atlet ini, menyasar bukan hanya atletnya saja bahkan hingga pelatihnya. Terutama daerah yang memiliki APBD besar. “Jangan sampai ada mafia atlet. Tadi saya meminta kepada KONI provinsi agar tidak memudahkan mutasi atlet karena dampaknya buruk. Banyak yang menggunakan atlet saat event, selanjutnya loss atau terlantar,” tandas Ery Purwanto @ad












