Tasikmalaya, Fokus9.com_DPRD menyetujui dua buah Ranperda Kota Tasikmalaya dan menetapkannya menjadi Perda setelah melalui proses lanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persetujuan ranperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2023 dan ranperda RPJPD tahun 2025-2045 tersebut, pada Rapat Paripurna ke-10, rabu (31/7/2024)
Persetujuan dan kesepakatan dua ranperda tersebut diharapkan akan membawa manfaat bagi pembangunan Kota Tasikmalaya dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat
“Bahan perbaikan dan pegangan dalam mewujudkan kualitas pelaksanaan APBD dan rencana pembangunan daerah yang lebih baik,” kata Pj Walikota Cheka Virgowansyah
Selanjutnya, Cheka Virgowansyah mengatakan RPJPD memiliki kedudukan yang strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. “Karena, RPJPD merupakan pedoman pembangunan untuk 20 tahun ke depan yang akan dimplementasikan melalui RPJMD dan rencana kerja pemerintah daerah,” tuturnya.
Baca Juga : Public Hearing Rancangan Akhir RPJPD Dengan 203 Lembaga
Dia menyebutkan, visi RPJPD Kota Tasikmalaya tahun 2025-2045 adalah Kota Tasikmalaya yang religius, maju, sejahtera dan berkelanjutan . Untuk mencapai visi tersebut, menetapkan rumusan 8 misi yang merupakan permasalahan dan isu strategis.
Pertama, mengembangkan SDM yang religius, berkualitas dan berkarakter. Kedua, Mewujudkan perekonomian tangguh dan berdayasaing.
Ketiga, menguatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan adaptif. Keempat, mewujudkan keamanan daerah tangguh, demokrasi substansial dan stabilitas ekonomi makro daerah
Kelima, mewujudkan ketahanan social budaya dan ekologi. Keenam, meningkatkan sarana prasarana wilayah perkotaan yang berkualitas dan merata
Ketujuh, meningkatkan sarana prasarana permukiman yang berkualitas dan inklusif. Kedelapan, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, Visi tersebut adalah generik, artinya untuk maju dan berkelanjutan untuk Kota Tasikmalaya tidak mungkin hanya mengandalkan pada pertanian. Oleh karena itu, pihaknya harus mengandalkan pada potensi kekuatan lain seperti masuknya investasi.
Sementara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim, SH mengatakan orientasi penggunaan APBD tersebut, yang paling penting adalah masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Termasuk dalam proporsi penggunaannya sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.
Terkait optimalisasi potensi PAD, Aslim menyebutkan menjadi konsern bersama serta menitikberatkan pada sisi pengamanannya. Seperti halnya di Kuningan, pengelolaan parkir dan rumah makan sudah menggunakan alat yang terkoneksi langsung dengan Bapenda. “meminimalisir kebocoran,” ucapnya.
Sedangkan rencana pembangunan Tol dan infrastuktur lain, merupakan peluang untuk menggencarkan promosi investasi. Karena investasi yang masuk ke Kota Tasikmalaya akan memiliki dampak kepada daya beli masyarakat Kota Tasikmalaya. @ad












