Tasikmalaya, Fokus9.com
Proyek Revitalisasi Objek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya Jawa Barat dengan anggaran Rp. 6,3 miliar untuk bangunan baru buat PKL, pedestrian dan jalan baru untuk warga, terlihat setengah matang atau tanggung dan terpusat di satu sisi saja dengan bangunan baru untuk pedagang kaki lima (PKL) dan tempat lesehan

Progres anggaran Rp. 6,3 miliar proyek revitalisasi yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa barat melalui pihak ketiga sudah 100 persen (hasil adendum 24 Desember ke 30 Desember 2022) dan telah memasuki masa pemeliharaan selama 6 bulan (hingga Juni 2023)
“Ini baru 16 persen dan tahun depan (2024) ada penyempurnaan lagi termasuk penambahan bangunan halaman belakang bangunan utama. Aturannya lokasi ini harus ditutup dahulu, tapi masyarakat tidak bisa begitu,” kata Kepala Dinas pemuda dan Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana usai rapat kerja dengan PPK dan UPTD Ciwulan Cilaki di Situ Gede, jumat (17/11/2023)
Bentuk atap bangunan proyek yang ukurannya terlalu tinggi sehingga membuat genangan air di lantai saat hujan masih menjadi persoalan. Menurut PPK Darmadi, pihaknya sudah berusaha untuk atap (tampias) tidak masuk air dan mungkin akan ada kelengkapan yang tidak ada dalam kontrak semacam tirai dan akan dievaluasi

Disebutkan, pengerjaan proyek ini baru tahap satu (anggaran Rp. 6,3 miliar), kelanjutannya untuk tahun 2023 tidak ada dan tahun 2024 ada alokasi rencananya sebesar Rp. 3 miliar (bisa bertambah atau berkurang) untuk penyempurnaan dan penambahan pembangunan berupa taman dan parkir
“Kalau penyempurnaan dan pembangunan taman dan parkir tahun 2024 selesai, paling meningkat hingga 20 hingga 25 persen. Penyempurnaan termasuk masalah tampias tidak masuk air,” ungkap Darmadi, PPK Proyek Revitalisasi Situ Gede
Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini bersumber dari APBD Provinsi tahun 2022. Total anggaran yang dibutuhkan sesuai Detail Enggenering Design (DED) yang telah ditetapkan sebesar Rp. 40 miliar. Namun, anggaran proyek ini baru turun Rp. 6,3 miliar lewat APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2022 lalu @ Ayi Darajat












