Tasikmalaya, Fokus9.com
Pariwisata bisa menjadi salah satu simpul pengungkit pertumbuhan ekonomi. Gairah dan kehendak menjadi desa wisata belakangan meningkat dimana-mana. Menjadi desa wisata karena kedirian dan keaslian desa itu, bukan rekayasa yang mengubah kehidupan dan lanskap desa tersebut

“Kami mendorong mengarahkan optimalisasi potensi desa wisata yang merupakan bagian yang terintegrasi antara alam, masyarakat dan kehidupan masyarakat serta faktor pendukungnya,” kata Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto usai membuka Pelatihan tata kelola, bisnis dan pemasaran pariwisata di Hotel Horison, selasa (14/11/2023)
Menurutnya, dengan nilai-nilai luhur yang tertanam dalam keseharian masyarakat lokal, maka desa wisata dapat berkembang secara mandiri, profesional dengan tetap mengusung semangat kebersamaan khas masyarakat desa
Selain itu, dibutuhkan proses dan pengkondisian untuk mewujudkan masyarakat sadar wisata yang dapat memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan)
Pengembangan dan pengelolaan desa wisata seharusnya berperspektif menjaga kelestarian alam desa, berbasis kearifan lokal dan berbasis keautentikan. Anugerah Desa Wisata Indonesia (AWDI) menjadi salah satu parameter kualitas desa wisata seperti yang diraih Desa wisata Taraju yang meraih AWDI 2023
Selain memiliki wisata budaya, Desa Wisata Taraju memiliki wisata alam yang asri dan indah seperti hamparan kebun teh, hamparan pesawahan, aliran sungai dan juga air terjun. Wisatawan juga bisa merasakan kuliner tradisional Taraju seperti Sate Ciranti, Nasi Timbel maupun Liwet juga ikan nila serta wisata edukasi
Kategori penilaian ADWI 2023 ; Daya Tarik Pengunjung, Suvenir, Homestay dan Toilet, Digital dan Kreatif serta Kelembagaan Desa Wisata dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability) serta kategori Desa Wisata Maju, Desa Wisata Berkembang dan Desa Wisata Rintisan serta Desa Wisata Terbaik

“Pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengelola wisata agar lebih terarah, memiliki kemampuan bagaimana pengelolaan wisata dalam arti luas hingga penentuan pasar, strategi untuk promosi pasar hingga pelibatan pihak ketiga,” ujar Kepala Disporabudpar Kabupaten Tasikmalaya Itang Budianto
Disebutkan materi pelatihan peningkatan kapasitas menyangkut tata kelola, kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan dan kesehatan (CHSE) di destinasi wisata termasuk bisnis dan pemasaran destinasi pariwisata tahun 2023
Kabupaten Tasikmalaya memiliki sejumlah daya tarik wisata potensial (wisata alam, budaya, keragaman cita rasa kuliner, wisata religi maupun berbagai peninggalan sejarah dan kepurbakalaan serta warisan alam) yang tersebar hampir di seluruh wilayah bahkan beberapa wisata unggulan masuk dalam kawasan strategis Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Provinsi Jawa Barat @ Ayi Darajat












