Tasikmalaya, Fokus9.com_ Potensi sektor wisata Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu harapan yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Memiliki keragaman anugerah alam, potensi mulai dari gunung, perkebunan, kultur masyarakat, religius masyarakat yang menjadi histori nasional, curug hingga pantai

“Rajut semua potensi wisata yang ada sehingga tamu nyaman dan memandang positif serta dapat datang Kembali.” kata Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka Workshop Strategi Pemasaran Pariwisata di Hotel Harmoni, Selasa (16/12/2025)
Ia menyebut Gunung Galunggung dan Karaha, Kultur masyarakat Kampung Naga, Hamparan perkebunan teh, Agronomi (manggis), Pesantren yang menjadi history nasional. Termasuk keragaman keindahan curug hingga pantai
Untuk itu, pihaknya akan membenahi infrastruktur untuk daerah wisata yang menjadi ptioritas dengan membuat skoring dahulu semua potensi wisata.
Salah satunya adalah membuat kesepakatan dengan Perhutani pemilik sebagian besar daerah wisata termasuk Gunung Galunggung. Melalui MoU dengan PT Palawi (anak perusahaan Perhutani) terkait Geopark seluas 270 hektar di Kawasan Galunggung
“Dapat menggunakan 27 hektarnya dan 3 hektar milik Pemda untuk kegiatan pariwisata. Selain dengan BUMD melibatkan pelaku usaha lain seperti PWRI dan UMKM.” Jelas Cecep Nurul Yakin
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamet
Selain membenahi infrastruktur, Cecep pun meminta Forum Desa Wisata untuk menceritakan hal positif dan menjadi alasan harus mengunjungi objek wisata. Sehingga dapat menyambungkan kepada pengunjung lain untuk mau mangunjungi objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya
Sementara, kepala Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya Aam Rahmat Slamet akan melakukan kolaborasi dan fokus digitalisasi. Kolaborasi dengan berbagai stakeholder termasuk Pentahelix untuk promosi pariwisata
Meski promosi masif, terang Aam akan mendahulukan pembenahan objek wisata mulai dari akses masuk, fasilitas hingga pengunjung merasa nyaman. “Step by step melakukan digitalisasi mulai dari tiket untuk mengetahui banyaknya pengunjung. Kami akan memulai dari objek wisata Galunggung yang menjadi prioritas pengembangan.” ungkapnya @ad












