Tasikmalaya, Fokus9.com_Gerakan untuk mempertahankan demokrasi tidaklah cukup manakala memperjuangkan Pilkada ternyata menghasilkan calon-calon yang tidak berkontribusi bagi pembangunan daerah. Maka penting kembali kepada politik gagasan, visi misi dan program.

“Relasi pusat dan daerah adalah relasi dalam bingkai otonomi daerah bukan sentralisasi. Kita tidak menghendaki resentralisasi politik. Oleh karena itu, visi misi dan aspirasi daerah harus tercermin dalam visi misi dan program para pasangan calon,” kata Pengamat Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini, SH, MH
Titi menyampaikan hal tersebut pada Seminar Kebangsaan dan Uji Publik Calon Kepala Daerah Tasikmalaya di Hotel Santika, sabtu (7/9/2024)
“Program pembangunan daerah harus terefleksikan dalam visi misi pasangan calon yang kita kawal dimana dalam debatnya dapat merefleksilkan persoalan real,” imbuhnya.
Dia menyebut kelelahan politik pasca Pemilu menghinggapi Pilkada 2024. Akibatnya memunculkan apatisme atau tidak optimalnya dalam mengawal proses Pilkada.
Selain itu, adanya sentralisasi pencalonan dan hegemoni pengurus partai politik tingkat pusat yang menimbulkan banyak ketidakpuasan.
“Putusnya aspirasi calon yang diusung partai dengan pilihan pemilih, memunculkan gerakan seperti dukung kotak kosong, golput dan coblos semua,” ujar Titi
Berikutnya, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini menyoroti potensi masalah di Pilkada 2024. Namun, dari sisi keadilan kompetisi, Ia mengharapkan untuk mengawal Pilkada agar problem Pemilu tidak terulang.
“Akurasi DPT, netralitas birokrasi dan aparat keamanan serta profesionalitas dan integritas penyelengara pemilu. Selanjutnya politik uang, intimidasi dan tindak kekerasan serta perilaku siap menang dan tidak siap kalah,” sebutnya @ad












